KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 13 Maret 2026 | Rismon Sianipar, mantan Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengunjungi rumah pribadi Presiden Joko Widodo di Solo pada Senin (12 Maret 2024). Kedatangan itu disertai dengan persembahan makanan khas dan selembar ulos Batak yang dijadikan simbol itikad baik serta upaya meredakan ketegangan pasca insiden politik yang melibatkan Rismon.
Kunjungan Rismon Sianipar ke Kediaman Jokowi di Solo
Rismon tiba sekitar pukul 09.30 WIB, dibarengi dua orang pengawal keamanan. Ia disambut oleh staf rumah tangga Presiden, namun tidak langsung bertemu Jokowi. Sebagai bagian dari protokol, Rismon menunggu hingga Presiden selesai dengan agenda pagi di rumah.
Makanan dan Ulos Batak sebagai Simbol Itikad Baik
Di tangan Rismon terdapat kotak berisi nasi tumpeng, sate ayam, dan kue tradisional khas Jawa, serta selembar ulos berwarna merah marun yang melambangkan damai dalam budaya Batak. Kedua persembahan itu dipilih secara khusus untuk menekankan rasa hormat dan keinginan memperbaiki hubungan yang sempat retak.
Ulos Batak, kain tenun tradisional, biasanya dipakai dalam upacara adat sebagai simbol persatuan dan perdamaian. Dengan membawanya, Rismon berharap pesan permintaan maafnya lebih mudah diterima.
Reaksi dan Dinamika di Lingkungan Kediaman
Beberapa anggota staf dan penjaga keamanan mencatat suasana yang tenang namun penuh ketegangan. Salah satu penjaga mengungkapkan, “Kami menghargai niat baik Rismon, namun kami tetap menjalankan prosedur keamanan yang ketat.”
Setelah Jokowi meninjau agenda harian, ia menerima ulos dan makanan tersebut, kemudian mengucapkan terima kasih secara singkat. Rismon menyampaikan, “Saya minta maaf kepada Bapak Jokowi atas segala kesalahan dan berharap dapat kembali membangun kerja sama yang konstruktif,” sambil menyerahkan surat permohonan maaf secara tertulis.

Dampak dan Respons Publik
Berita kunjungan ini cepat menyebar di media sosial. Netizen memberikan beragam komentar, mulai dari apresiasi atas sikap sopan Rismon hingga skeptisisme mengenai motif politik di baliknya.
- Beberapa pengguna menilai langkah Rismon sebagai upaya meredakan ketegangan politik di tengah pemilihan legislatif yang akan datang.
- Pengamat politik menilai kunjungan ini dapat menjadi sinyal dialog terbuka antara pihak pemerintah dan tokoh oposisi.
- Kelompok masyarakat Batak memuji penggunaan ulos sebagai penghormatan terhadap budaya mereka.
Di sisi lain, beberapa kritikus menilai kunjungan ini sebagai aksi simbolik semata yang belum menjawab persoalan substansial terkait kebijakan komunikasi pemerintah.
Sejauh ini, tidak ada pernyataan resmi dari kantor kepresidenan mengenai langkah selanjutnya. Namun, sumber dalam lingkaran terdekat Jokowi menyatakan bahwa dialog lanjutan masih terbuka, asalkan dilandasi itikad baik dan komitmen nyata.
Ke depan, Rismon berencana mengajukan proposal kerja sama di bidang komunikasi publik yang melibatkan komunitas adat, termasuk penggunaan ulos sebagai media edukasi budaya.
Peristiwa ini menegaskan kembali pentingnya simbol budaya dalam politik Indonesia, serta menyoroti cara-cara damai yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan perselisihan politik.
