KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 05 April 2026 | Makassar olah sampah jadi energi listrik melalui PSEL [titlebase] menjadi sorotan utama setelah peluncuran pilot plant terbaru yang diharapkan mengubah cara kota mengelola limbah. Proyek ini menggabungkan teknologi pembakaran sampah dengan pembangkit listrik tenaga panas, menjanjikan pasokan energi bersih bagi ribuan rumah tangga. Pemerintah kota menargetkan pengurangan volume sampah landfill hingga 30% dalam lima tahun ke depan.

Makassar olah sampah jadi energi listrik melalui PSEL [titlebase] – Gambaran Umum Proyek

Inisiatif PSEL (Pengolahan Sampah Energi Listrik) di Makassar dibangun di kawasan industri Bonto. Fasilitas ini memiliki kapasitas pengolahan 500 ton sampah per hari, menghasilkan listrik sebesar 20 megawatt. Energi yang dihasilkan langsung dialirkan ke jaringan PLN daerah, mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar fosil.

Teknologi Inti

Proses dimulai dengan pemilahan mekanis, diikuti oleh pembakaran suhu tinggi yang menghasilkan uap. Uap tersebut menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik. Sistem ini dilengkapi dengan filter asap berstandar Euro 5, sehingga emisi partikel terjaga di bawah ambang batas lingkungan.

Langkah-Langkah Implementasi

  • Pengumpulan sampah organik dan anorganik dari seluruh wilayah administrasi Makassar.
  • Pengiriman ke fasilitas PSEL menggunakan armada truk berbahan bakar gas alam.
  • Pemisahan material berbahaya sebelum proses pembakaran.
  • Pembakaran dengan kontrol suhu otomatis untuk memaksimalkan efisiensi energi.
  • Distribusi listrik ke jaringan PLN dan penyimpanan cadangan energi.

Kronologi Peluncuran dan Perkembangan Terkini

Pada 12 Februari 2024, wali kota Makassar meresmikan fasilitas PSEL dalam upacara yang dihadiri pejabat daerah dan perwakilan industri. Pada hari pertama operasional, pembangkit mencatat produksi listrik sebesar 18 megawatt, mendekati kapasitas penuh. Sejak itu, output stabil berada di kisaran 19‑20 megawatt, menandakan performa yang konsisten.

Reaksi Masyarakat dan Stakeholder

Warga sekitar menyatakan apresiasi atas penurunan bau tidak sedap yang dulu sering mengganggu lingkungan. Lembaga lingkungan mengakui PSEL sebagai langkah konkrit menuju kota berkelanjutan. Sektor bisnis melihat peluang kerja baru, khususnya di bidang pengelolaan limbah, pemeliharaan mesin, dan monitoring energi.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Dari sisi ekonomi, proyek ini diproyeksikan menciptakan sekitar 250 lapangan kerja langsung dan 500 lapangan kerja tidak langsung. Pendapatan tambahan dari penjualan listrik diperkirakan mencapai Rp 150 miliar per tahun, yang akan dialokasikan untuk program kebersihan kota.

Secara lingkungan, pengurangan volume sampah ke TPA diperkirakan mencapai 150.000 ton per tahun. Emisi CO₂ berkurang sekitar 120.000 ton, sebanding dengan penanaman 5 juta pohon.

LSI Keywords

Pengolahan sampah menjadi energi, energi terbarukan Makassar, pembangkit listrik sampah, kebijakan lingkungan daerah, teknologi waste-to-energy.

Ke depan, pemerintah Makassar berencana memperluas jaringan PSEL ke tiga kota tetangga, menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pusat inovasi energi bersih. Jika berhasil, model ini dapat dijadikan contoh bagi kota-kota lain di Indonesia yang menghadapi tantangan sampah dan kebutuhan energi.

Dengan komitmen kuat dan dukungan masyarakat, Makassar olah sampah jadi energi listrik melalui PSEL [titlebase] dapat menjadi tonggak sejarah transformasi hijau di Indonesia.

Advertisement — 300×250