KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 13 Maret 2026 | Iran menegaskan kembali komitmen menutup Selat Hormuz dalam pernyataan pertama pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, setelah menggantikan ayahnya. Keputusan itu menambah ketegangan di kawasan, memicu lonjakan harga minyak mentah di atas $100 per barel dan menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.

Penegasan Baru dari Pemimpin Tertinggi Iran

Dalam pesan yang dibacakan oleh pembawa berita di televisi negara, Khamenei menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup dan serangan terhadap negara-negara tetangga di Teluk Persia akan berlanjut. Ia menegaskan serangan hanya ditujukan pada pangkalan militer lawan sebagai tindakan “kebutuhan”.

Kronologi Serangan dan Blokade

Pada malam sebelum pernyataan tersebut, tiga kapal tanker minyak dilaporkan terbakar setelah terkena serangan di wilayah Selat Hormuz. Insiden tersebut menandai peningkatan signifikan dalam agresi Iran terhadap armada sipil dan militer di kawasan.

Selain serangan kapal, Iran juga menargetkan infrastruktur energi di Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait, menimbulkan kebakaran dan kerusakan pada bandara serta fasilitas pelabuhan.

Respons Internasional

  • Amerika Serikat menyatakan belum siap mengawal kapal melalui selat, namun menjanjikan pelaksanaan escort secepatnya, diperkirakan akhir bulan.
  • Inggris menawarkan sistem penambangan otomatis untuk membersihkan jalur pelayaran, meski belum ada bukti penempatan ranjau.
  • Kementerian Keuangan AS mengeluarkan otorisasi sementara bagi negara-negara untuk membeli minyak Rusia yang terdampar, sebagai upaya menstabilkan pasar.

Dampak pada Harga Minyak dan Ekonomi Global

Serangan berulang meningkatkan volatilitas harga minyak, yang sempat melampaui $120 per barel sebelum turun kembali di bawah $100. International Energy Agency (IEA) mencatat gangguan suplai terbesar dalam sejarah, meski lebih dari 400 juta barel minyak dibebaskan dari cadangan strategis.

Bank-bank besar, termasuk Citibank dan HSBC, menutup cabang di Uni Emirat Arab dan Qatar sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman keamanan finansial.

Dimensi Kemanusiaan

Konflik ini menelan ratusan korban jiwa, termasuk lebih dari 1.200 warga sipil di Iran akibat serangan udara Amerika dan Israel. Sekolah-sekolah menjadi target, dengan satu serangan di Qazvin menewaskan seorang siswa, sementara serangan di Minab menewaskan lebih dari 170 anak.

UNESCO melaporkan kerusakan pada situs bersejarah Iran, seperti Istana Golestan dan Masjid Jāme, menambah tekanan internasional untuk melindungi warisan budaya.

Analisis Kebijakan dan Prospek Kedepan

Intelijen Amerika menegaskan rezim Iran tetap bersatu, tanpa tanda-tanda runtuh. Para pengamat menilai bahwa penggantian Ayatollah Ali Khamenei oleh putranya tidak mengubah arah kebijakan keras Tehran.

Israel, melalui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengumumkan serangkaian serangan terhadap fasilitas nuklir Iran serta menegaskan dukungan kuat terhadap Amerika Serikat dalam operasi militer.

Gambaran Visual

Strait of Hormuz blocked by Iranian forces

Advertisement — 300×250