KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 09 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Joko Gibran, secara resmi Hadiri perayaan Paskah di NTT, Gibran ikut pikul salib [titlebase] pada Minggu pekan ini, menyatu dalam tradisi keagamaan yang sarat makna di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kehadirannya menjadi sorotan utama media nasional dan menambah kedekatan antara pemerintah dengan umat Kristiani di daerah.
Suasana dan Prosesi Paskah di NTT
Acara dimulai pada pukul 06.00 WIB di lapangan terbuka Kabupaten Ende, dimana ribuan umat Kristiani berkumpul. Upacara dibuka dengan nyanyian pujian, diikuti prosesi membawa salib yang dipimpin oleh Gibran bersama tokoh agama setempat.
Peran Gibran dalam Prosesi
Gibran secara simbolis memikul salib bersama para pemimpin gereja, menegaskan komitmen pemerintah dalam menghormati kebebasan beragama. Ia berjalan berdampingan dengan Pastor Rudi Hartono, memperlihatkan solidaritas lintas sektoral.
- Waktu: 06.00-10.00 WIB
- Lokasi: Lapangan Lembah Ende, NTT
- Peserta: Lebih dari 5.000 umat Kristiani, pejabat daerah, dan tokoh agama
- Fokus: Doa bersama, pemakaman salib, dan ibadah kebaktian
Detail Kegiatan Utama
Setelah prosesi salib, dilanjutkan dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pastor Rudi. Gibran menyampaikan pidato singkat mengenai pentingnya toleransi dan persatuan dalam keberagaman. Ia menekankan nilai-nilai Paskah yang mengajarkan pengorbanan dan harapan.
Pesan Kebangsaan
Presiden menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi kebebasan beragama. “Kita bersama merayakan kebangkitan, bukan hanya secara rohani, tetapi juga dalam persatuan bangsa,” ujar Gibran.
Kronologi Kejadian
06.00 – Upacara dimulai dengan doa pembuka.
06.30 – Prosesi salib dimulai, Gibran memikul salib bersama tokoh gereja.
07.15 – Kebaktian dimulai, penyampaian khotbah.
08.00 – Pidato Presiden Gibran.
09.00 – Penutup dengan nyanyian rohani.
09.30 – Foto bersama dan penyerahan simbolis salib kepada gereja lokal.
Dampak dan Reaksi Masyarakat
Reaksi masyarakat NTT sangat positif. Banyak warga menyatakan kebanggaan melihat presiden ikut serta dalam ritual keagamaan. Media sosial pun dipenuhi foto-foto Gibran memikul salib, menandakan dukungan luas terhadap aksi tersebut.
Para pemuka agama menilai kehadiran Gibran sebagai langkah penting dalam memperkuat dialog antaragama. “Kehadiran beliau menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya sekadar mengakui, tetapi juga berpartisipasi dalam kebebasan beragama,” kata Pastor Rudi.
Secara politik, aksi ini juga dianggap sebagai upaya memperkuat citra nasionalis yang inklusif menjelang pemilihan umum mendatang. Namun, sebagian kalangan mengingatkan agar aksi simbolik tetap diikuti dengan kebijakan nyata dalam melindungi hak minoritas.
Langkah Selanjutnya
Pemerintah berjanji akan meningkatkan dukungan bagi komunitas Kristiani di NTT, termasuk pembangunan fasilitas ibadah dan program pendidikan keagamaan. Gibran juga mengumumkan pembentukan forum lintas agama yang akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Acara Hadiri perayaan Paskah di NTT, Gibran ikut pikul salib [titlebase] menjadi catatan penting dalam sejarah hubungan antara negara dan umat beragama, menegaskan komitmen Indonesia terhadap nilai toleransi dan persatuan.
