KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 04 April 2026 | NASA menyiapkan peluncuran artemis ii yang dijadwalkan pada akhir tahun ini, menandai langkah pertama manusia kembali ke Bulan sejak era Apollo. Misi ini akan menguji kemampuan sistem penerbangan berawak dan menyiapkan fondasi bagi program Artemis yang lebih ambisius.

Detail Misi Artemis II dan Tujuan Utama

Artemis II merupakan misi penerbangan berawak pertama dalam program Artemis. Tujuan utama meliputi pengujian orbit translunar, evaluasi sistem dukungan kehidupan, serta verifikasi kembali prosedur pendaratan di orbit bulan.

Roket dan Kapal Angkasa yang Digunakan

Roket Space Launch System (SLS) versi Block 1 akan mengangkat Orion, kapsul berawak yang dirancang untuk menampung empat astronot selama sekitar 10 hari di luar angkasa. Sistem propulsi Orion dilengkapi dengan motor Orion Service Module buatan Boeing.

  • Peluncuran menggunakan roket SLS Block 1 dengan daya dorong terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
  • Orion dilengkapi dengan modul layanan yang menyediakan oksigen, air, listrik, dan kontrol termal.
  • Empat astronot akan mengorbit Bulan selama enam hari sebelum kembali ke Bumi.

Jadwal Peluncuran dan Persiapan Teknis

Tim NASA telah menetapkan tanggal peluncuran provisional pada 26 November 2026, dengan toleransi penundaan hingga dua minggu tergantung kondisi cuaca dan status sistem. Semua komponen utama telah melewati serangkaian uji coba statis dan simulasi misi.

Tim Astronot dan Pelatihan

Empat astronot terpilih untuk Artemis II berasal dari latar belakang pilot pesawat tempur, insinyur ruang angkasa, dan ilmuwan. Mereka menjalani program pelatihan intensif selama dua tahun, mencakup simulasi penerbangan, prosedur darurat, dan operasi laboratorium mikrogravitasi.

Dampak Global dan Harapan Masa Depan

Keberhasilan Artemis II diharapkan meningkatkan kolaborasi internasional dalam eksplorasi luar angkasa, membuka peluang komersial, serta menginspirasi generasi muda untuk mengejar karir di bidang STEM. Program ini juga menjadi katalisator bagi infrastruktur lunar, termasuk stasiun lunak dan basis penelitian di Kutub Selatan Bulan.

Jika Artemis II berhasil, Artemis III akan menjadi misi pendaratan pertama manusia di Bulan sejak 1972, dengan rencana mengirim astronot pertama wanita dan orang kulit hitam ke permukaan lunar. Seluruh rangkaian ini menandai era baru dalam eksplorasi luar angkasa, di mana teknologi, kerjasama internasional, dan inovasi industri akan bersinergi untuk menaklukkan tantangan baru.

Advertisement — 300×250