KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 13 Maret 2026 | Pasar saham Indonesia menunjukkan dinamika yang kontras pada Jumat, 13 Maret 2026. Indeks Bisnis-27 terbuka menguat, namun berbalik melemah menjelang penutupan. Sementara sebagian besar konstituen tertekan, beberapa saham unggulan seperti ADMR, BBCA, dan AMRT tetap melaju, memberikan sinyal peluang bagi investor.
Indeks Bisnis-27: Dari Pembukaan Menguat ke Penutupan Melemah
Indeks Bisnis-27, hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Harian Bisnis, dibuka dengan sentimen positif, mencatat kenaikan pada awal sesi. Namun, tekanan jual menguasai pergerakan harga, menyebabkan indeks turun 2,02% dan mengakhiri hari di angka 486,06.
Performa Saham Unggulan
Di tengah penurunan indeks, tiga saham berhasil mencatat kenaikan signifikan:
- ADMR (Alamtri Minerals Indonesia Tbk.) naik 3,19% ke Rp1.940.
- BBCA (Bank Central Asia Tbk.) mencatat penguatan meski secara keseluruhan indeks turun, menutup pada Rp6.875 dengan penurunan 0,36% dibandingkan pembukaan.
- AMRT (Alfamart) meningkat 0,69% ke Rp1.460.
Saham lain seperti HEAL (Medikaloka Hermina) juga menunjukkan penguatan 0,78% ke Rp1.300, menandakan sektor kesehatan tetap menarik bagi investor.
Saham Terlemah dan Faktor Penurunan
Beberapa konstituen tertekan tajam, menurunkan nilai indeks secara keseluruhan:
- INCO (Vale Indonesia) turun 6,22% ke Rp5.650.
- BRPT (Barito Pacific) melemah 4,53% ke Rp1.370.
- MAPI (Mitra Adiperkasa) turun 4,39% ke Rp1.090.
- BMRI (Bank Mandiri) jatuh 4,23% ke Rp4.750.
Sektor perbankan secara luas mengalami tekanan, dengan BBRI (Bank Rakyat Indonesia) turun 1,68% dan BBNI (Bank Negara Indonesia) melemah 0,93%.
Analisis Teknis IHSG dan Proyeksi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan terus berada dalam zona koreksi, dengan level support di 7.226 dan 7.071, serta resistance di 7.577 dan 7.712. Analis MNC Sekuritas menyoroti area 7.265–7.298 sebagai zona koreksi terdekat, sementara penguatan selanjutnya diproyeksikan di rentang 7.573–7.701.
Tekanan jual dipicu oleh kombinasi faktor eksternal, termasuk penguatan harga minyak mentah serta sentimen global yang masih hati-hati menjelang libur Nyepi dan Lebaran.
Volume Perdagangan dan Sentimen Pasar
Volume perdagangan pada hari itu mencapai 28,7 miliar lembar dengan nilai transaksi harian sekitar Rp14 triliun. Total frekuensi perdagangan tercatat 1.606.804 kali, menandakan aktivitas yang cukup tinggi meski mayoritas saham bergerak turun.
Secara keseluruhan, 23 dari 27 konstituen melemah, tiga menguat, dan satu stagnan, mencerminkan dominasi bearish pada sesi tersebut.
Implikasi bagi Investor
Investor yang mencari peluang jangka pendek dapat memantau saham-saham yang berhasil melaju, terutama ADMR dan AMRT, yang menunjukkan kekuatan relatif di tengah pasar lemah. Di sisi lain, saham-saham dengan penurunan tajam seperti INCO dan BRPT perlu dipertimbangkan dengan hati-hati, mengingat volatilitas tinggi.
Strategi diversifikasi dan penetapan stop loss menjadi kunci untuk mengelola risiko dalam kondisi pasar yang tidak menentu.

