KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 13 Maret 2026 | Jalan-jalan utama Jawa, Sumatra, dan Bali bersiap menyambut ribuan pemudik Lebaran 2026. Di balik kemeriahan itu, Direksi PT PLN (Persero) menggelar “safari” keandalan energi melalui Posko Nasional Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Dengan dukungan lebih dari 72 ribu personel, ribuan peralatan pendukung, serta penambahan signifikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), PLN menegaskan komitmen menjaga pasokan listrik aman dan berkelanjutan selama periode puncak.

Posko Nasional RAFI 2026: Pusat Koordinasi Energi Seluruh Negeri
Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dibuka pada 12 Maret 2026 di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta. Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Ketua Posko Erika Retnowati, serta Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Posko akan beroperasi hingga 31 Maret, berfungsi sebagai pusat informasi, koordinasi, dan pengawasan pasokan energi di seluruh Indonesia.
Target Beban Puncak dan Cadangan Daya
Selama periode RAFI 2026, beban puncak nasional diproyeksikan mencapai 47,20 GW. Dengan total daya mampu pasok 51,61 GW, PLN memiliki cadangan sekitar 4,41 GW atau 9,3 % yang cukup untuk menanggulangi lonjakan konsumsi listrik selama Ramadan dan Lebaran.
Personel dan Peralatan Siaga
- 72.000 personel tersebar di 4.137 posko siaga.
- 2.005 unit genset.
- 773 unit UPS (Uninterruptible Power Supply).
- 1.349 Unit Gardu Bergerak (UGB).
- 429 truk crane.
- 4.901 mobil operasional.
- 4.594 motor operasional.
Semua peralatan ini siap beroperasi 24 jam untuk menjaga kestabilan jaringan listrik, baik pada level nasional maupun regional.
SPKLU: Menyongsong Lonjakan Kendaraan Listrik di Musim Mudik
Perkembangan kendaraan listrik (EV) di Indonesia terus meningkat. Pada Lebaran 2026, diperkirakan sekitar 23 ribu pemudik akan menggunakan EV, naik 1,6 × lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Menjawab kebutuhan ini, PLN menyiapkan 1.681 unit SPKLU di 994 lokasi strategis sepanjang jalur mudik utama Trans Sumatra‑Jawa‑Bali, peningkatan sekitar 1,7 × lipat dibandingkan periode Idulfitri 2025.
Distribusi SPKLU
Penempatan SPKLU difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan dan pusat layanan publik, sehingga pemilik EV dapat mengisi daya dengan cepat tanpa mengganggu perjalanan. Setiap SPKLU dilengkapi dengan sistem manajemen energi yang terintegrasi, memastikan ketersediaan listrik yang stabil meski beban jaringan meningkat.
Langkah Siaga di Regional: Kasus UID Sulselrabar
Selain upaya nasional, unit induk distribusi di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (UID Sulselrabar) menggelar apel siaga pada 13 Maret 2026. General Manager UID Sulselrabar, Edyansyah, menuturkan bahwa 2.315 personel dikerahkan di 73 posko siaga wilayah. Beban puncak di wilayah tersebut diproyeksikan 1.918,1 MW selama Ramadan dan 1.548 MW saat Idulfitri, dengan daya mampu pasok 2.080,1 MW.
Peralatan dan SPKLU Regional
- 152 genset.
- 30 UPS.
- 79 Unit Gardu Bergerak.
- 13 truk crane.
- 308 mobil operasional.
- 169 motor operasional.
- 10 tim khusus pekerjaan bertegangan (PDKB).
UID Sulselrabar juga menyiapkan 69 SPKLU di 53 lokasi, memastikan pemudik yang menggunakan EV dapat mengisi daya dengan aman selama perjalanan Lebaran.
Dampak Positif dan Tantangan Kedepan
Strategi siaga terpadu ini tidak hanya menjamin kelancaran pasokan listrik, tetapi juga mendukung agenda dekarbonisasi Indonesia. Dengan lebih dari 47 % energi baru terbarukan di wilayah Sulselrabar, PLN berupaya menjadikan sistem kelistrikan lebih hijau. Namun, tantangan tetap ada, antara lain koordinasi lintas sektor, pengelolaan beban puncak yang fluktuatif, dan pemeliharaan infrastruktur SPKLU yang tersebar luas.
Keberhasilan RAFI 2026 akan menjadi tolok ukur kesiapan PLN menghadapi musim-musim puncak berikutnya, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap jaringan listrik nasional yang andal.
