KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 13 Maret 2026 | Pasar saham Asia mengalami tekanan signifikan pada sesi pagi Jumat, 13 Maret 2026. Indeks utama Jepang, Nikkei 225, turun sekitar 1,04% menembus level 54.452, sementara indeks Korea Selatan, Kospi, juga jatuh hampir 1% di kisaran 2.305. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah yang mendekati US$100 per barel, akibat eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel serta respons kebijakan cadangan minyak strategis Amerika Serikat.

Faktor Penyebab Penurunan

Harga minyak dunia melaju tajam setelah IEA mengumumkan rencana pelepasan 400 juta barel minyak mentah untuk menstabilkan pasar, namun belum ada jadwal pasti kapan stok tersebut akan masuk. Sementara itu, Departemen Energi AS mengonfirmasi pelepasan 172 juta barel dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve). Kedua langkah ini belum berhasil menurunkan harga, melainkan menambah kekhawatiran tentang kelangkaan pasokan di tengah konflik Iran.

Reaksi Wall Street

Pasar Amerika Serikat sebelumnya telah menunjukkan penurunan tajam pada penutupan Kamis, dengan Dow Jones turun 1,56%, S&P 500 melambat 1,52%, dan Nasdaq melemah 1,78%. Tekanan ini menular ke kawasan Asia‑Pasifik, memperparah sentimen bearish pada indeks regional.

Pergerakan Indeks Utama di Asia‑Pasifik

  • Nikkei 225 (Jepang): -1,04% menjadi 54.452,96.
  • Topix (Jepang): -1,32%.
  • Kospi (Korea Selatan): -0,98% sekitar 2.305.
  • Hang Seng (Hong Kong): -0,70%.
  • S&P/ASX 200 (Australia): -1,31%.

Pasar Indonesia (IHSG) Mengikuti Tren Negatif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 23 poin atau 0,32% pada level 7.338, dipengaruhi oleh koreksi global serta tekanan harga minyak. Analis BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperingatkan potensi koreksi lebih lanjut, menyebut level support berada di kisaran 7.250‑7.330 dan resistance di 7.400‑7.500.

Sektor kesehatan menjadi penahan utama di dalam negeri, mencatat penguatan relatif dibandingkan sektor lain yang tertekan. Namun, sektor barang konsumen non‑primer, barang baku, dan properti mengalami penurunan masing-masing 2,04%, 1,44% dan 1,38%.

Data Perdagangan Hari Ini

Statistik Nilai
Frekuensi transaksi 1,61 juta kali
Total saham berpindah tangan 26,74 miliar lembar
Nilai transaksi Rp13,17 triliun

Emiten top loser hari ini adalah FITT yang turun 14,90%, diikuti FAST dan DEFI masing-masing turun lebih dari 14,5%. Sebaliknya, KUAS mencatat kenaikan terbesar sebesar 29,89%, diikuti ALKA (24,57%) dan CSMI (20%).

Dampak Geopolitik dan Prospek Ke Depan

Konflik di Timur Tengah terus menjadi faktor pengganggu utama bagi pasar energi global. Meskipun AS dan sekutunya berusaha menstabilkan pasokan lewat cadangan strategis, ketidakpastian tentang durasi dan intensitas konflik membuat investor tetap waspada.

Para analis memperkirakan volatilitas akan tetap tinggi hingga ada sinyal de‑eskalasi di kawasan tersebut. Sementara itu, kebijakan moneter di beberapa negara Asia, termasuk Jepang yang masih mempertahankan suku bunga ultra‑rendah, belum cukup kuat untuk menahan aliran dana keluar.

Strategi Investor

Investor disarankan untuk memperhatikan sektor defensif seperti kesehatan, utilitas, dan consumer staples, yang cenderung lebih tahan terhadap gejolak energi. Diversifikasi lintas negara dan kelas aset, termasuk obligasi pemerintah Asia yang masih menawarkan yield menarik, menjadi langkah mitigasi risiko yang disarankan.

Grafik Bursa Asia melemah pada 13 Maret 2026

Advertisement — 300×250