KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 01 April 2026 | Video viral antrean Elpiji, Pemprov NTB tegaskan stok masih normal – ANTARA News Mataram menjadi sorotan publik setelah video beredar luas di media sosial. Video tersebut menampilkan warga yang menunggu pasokan elpiji di sebuah loket, menimbulkan pertanyaan tentang ketersediaan bahan bakar.

Video viral antrean Elpiji, Pemprov NTB tegaskan stok masih normal - ANTARA News Mataram terbaru

Video viral antrean Elpiji, Pemprov NTB tegaskan stok masih normal – ANTARA News Mataram: Klarifikasi resmi

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan pernyataan bahwa stok elpiji tetap berada pada tingkat normal meski ada antrian. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan tidak ada kelangkaan. Pernyataan tersebut menegaskan kembali bahwa Video viral antrean Elpiji, Pemprov NTB tegaskan stok masih normal – ANTARA News Mataram tidak mencerminkan situasi pasar.

Faktor penyebab antrian

Beberapa faktor yang menyebabkan munculnya antrean antara lain peningkatan permintaan selama musim hujan, distribusi yang belum merata, serta kurangnya informasi kepada masyarakat.

  • Peningkatan kebutuhan rumah tangga selama musim dingin
  • Distribusi logistik yang terfokus di area perkotaan
  • Kurangnya komunikasi resmi sebelumnya

Dampak dan langkah selanjutnya

Walaupun stok masih normal, pemerintah berkomitmen memperbaiki sistem distribusi. Upaya termasuk penambahan titik penjualan dan penyuluhan kepada warga tentang prosedur pembelian elpiji.

Masyarakat diharapkan tidak terpengaruh oleh penyebaran Video viral antrean Elpiji, Pemprov NTB tegaskan stok masih normal – ANTARA News Mataram yang belum diverifikasi. Pengawasan ketat terhadap rantai pasok diharapkan dapat mencegah potensi kelangkaan di masa depan. Warga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi.

Kendati Video viral antrean Elpiji, Pemprov NTB tegaskan stok masih normal – ANTARA News Mataram menimbulkan kepanikan, data resmi menunjukkan ketersediaan tetap aman.

Advertisement — 300×250