KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 13 Maret 2026 | Dolar Amerika Serikat (USD) terus menguat sementara mata uang Asia, termasuk Rupiah, tertekan akibat sentimen negatif yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menjaga kestabilannya berkat aliran dana asing yang tetap positif.
Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Indeks Dolar AS (DXY) berada di level 99,39, naik dari 99,23 pada hari sebelumnya. Penguatan ini didorong oleh kekhawatiran pasar atas konflik yang berkembang di wilayah Selat Hormuz dan perairan dekat Irak, yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia. Harga minyak mentah Brent sempat menembus level psikologis US$100 per barel, menambah tekanan pada mata uang yang dianggap safe‑haven.
Penguatan dolar mengakibatkan tekanan jual pada mata uang utama lainnya, terutama di kawasan Asia. Yen Jepang mencatat penguatan tipis sebesar +0,15%, diikuti Baht Thailand (+0,09%), Won Korea (+0,04%), dan Yuan China (+0,004%).

