KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 13 Maret 2026 | Jakarta, 12 Maret 2026 – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, mengumumkan bahwa pertemuan lanjutan antara OJK dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan digelar minggu ini. Agenda utama pertemuan adalah penilaian keterbukaan data kepemilikan saham perusahaan terbuka di atas 1% yang baru saja diungkapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

OJK dan MSCI bahas keterbukaan data kepemilikan saham Indonesia

Langkah Lanjutan Setelah Pengungkapan Data

Pengungkapan data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% pertama kali dilakukan pada penutupan perdagangan Selasa, 3 Maret 2026. Data tersebut kini dapat diakses publik melalui situs resmi IDX. Keputusan ini didasarkan pada Keputusan Dewan Komisioner OJK No. 1/KDK.04/2026 yang menugaskan BEI dan KSEI sebagai penyedia data transparan bagi investor.

Tujuan Evaluasi MSCI

MSCI, sebagai lembaga pemeringkat pasar global, tengah menilai sejauh mana Indonesia memenuhi standar transparansi pasar modal yang mereka tetapkan. Hasil evaluasi ini akan memengaruhi penempatan indeks MSCI Emerging Markets dan potensi aliran investasi asing ke pasar saham Indonesia.

Proses Komunikasi dan Harapan OJK

Hasan Fawzi menegaskan bahwa dialog antara OJK dan MSCI bersifat intensif dan konstruktif. Tim teknis OJK secara rutin menyediakan pembaruan data, sementara analis MSCI mengolah data tersebut untuk menilai kepatuhan terhadap ekspektasi mereka.

“Sejauh ini sangat baik, interaksinya sangat intens di tim teknis, dan analis mereka terus melakukan pengolahan data setiap kali ada progres,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan.

Jadwal Evaluasi Selanjutnya

MSCI dijadwalkan melakukan evaluasi lanjutan pada Mei mendatang. OJK menargetkan seluruh rangkaian reformasi pasar modal selesai pada akhir bulan Maret, memberi ruang bagi MSCI untuk meninjau data tambahan jika diperlukan.

Dampak terhadap Indeks IHSG dan Investor

Transparansi yang lebih tinggi diharapkan dapat meningkatkan persepsi pasar internasional terhadap Indonesia. Sebuah analis pasar memperkirakan bahwa indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat kembali menguji level 9.000 poin jika data kepemilikan saham terbuka memicu arus masuk dana asing.

  • Data kepemilikan >1% kini tersedia publik.
  • Reformasi pasar modal diperkirakan selesai Maret 2026.
  • Evaluasi MSCI selanjutnya pada Mei 2026.
  • Potensi kenaikan IHSG menuju 9.000 poin.

Langkah Selanjutnya untuk BEI dan KSEI

BEI dan KSEI akan terus memperbaharui data kepemilikan saham secara berkala. Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, menegaskan bahwa data akan tetap terbuka dan mudah diakses, mendukung tujuan reformasi pasar modal yang lebih luas.

Dengan keterbukaan ini, OJK berharap dapat menarik lebih banyak investor institusional global, memperkuat likuiditas pasar, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola pasar modal Indonesia.

Advertisement — 300×250