KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 13 Maret 2026 | La Ode Risawal, Wakil Bupati (Wabup) Buton Selatan yang baru berusia 27 tahun, menjadi sorotan publik setelah terlibat insiden kemarahan di depan rumah jabatan (rujab) Bupati pada hari Senin siang. Insiden tersebut memicu perdebatan hangat di media sosial dan menimbulkan pertanyaan tentang dinamika politik di tingkat kabupaten.

Kronologi Kejadian

Pada pukul 13.30 WIB, La Ode Risawal terlihat memasuki kompleks rumah jabatan Bupati dengan ekspresi marah. Menurut saksi mata, ia mulai berteriak-teriak dan mengangkat tangannya ke arah petugas keamanan, yang kemudian menahan dirinya. Suasana menjadi tegang ketika beberapa anggota tim keamanan berusaha menenangkan situasi.

Setelah beberapa menit, La Ode Risawal akhirnya ditarik ke ruang pertemuan terdekat bersama beberapa pegawai administrasi. Di sana, ia mengungkapkan kekecewaannya terkait keputusan Bupati yang dianggapnya tidak adil, terutama dalam hal alokasi dana pembangunan di wilayahnya.

Latar Belakang La Ode Risawal

La Ode Risawal merupakan lulusan Universitas Muhammadiyah Makassar (UMI) dan sebelumnya berkarier sebagai pelaut. Pada usia 27 tahun, ia terpilih menjadi Wakil Bupati Buton Selatan, menjadikannya salah satu pejabat muda termuda di provinsi Sulawesi Tenggara. Pengalaman sebagai pelaut diyakini memberi ia pandangan berbeda dalam mengelola sumber daya daerah, namun juga menimbulkan tantangan dalam menyesuaikan diri dengan birokrasi politik.

Dampak dan Respons Publik

Insiden tersebut langsung menyebar luas di media sosial, dengan tagar #LaOdeRisawal viral dalam hitungan jam. Netizen membagi pendapat menjadi dua kubu: sebagian mengkritik sikap emosional La Ode, sementara yang lain menilai ia berani menyuarakan aspirasi daerah yang selama ini terpinggirkan.

  • Para aktivis politik daerah menuntut klarifikasi resmi dari Kantor Bupati mengenai alasan keputusan yang memicu kemarahan La Ode.
  • Partai politik yang mendukung La Ode Risawal menyatakan akan mengajukan permohonan mediasi internal guna menenangkan situasi.
  • Beberapa warga Buton Selatan menganggap insiden ini sebagai cerminan ketidakpuasan mereka terhadap distribusi anggaran pembangunan yang tidak merata.

Pihak Bupati belum memberikan pernyataan resmi hingga sore hari, namun sumber dalam pemerintahan mengindikasikan bahwa akan diadakan pertemuan darurat antara Bupati, Wabup, dan tokoh masyarakat untuk menyelesaikan perbedaan pendapat.

Langkah Selanjutnya

Para pengamat politik menilai bahwa insiden ini dapat menjadi titik balik bagi dinamika politik di Buton Selatan. Jika tidak ditangani dengan tepat, ketegangan internal dapat bereskalasi menjadi konflik yang lebih luas, memengaruhi proyek pembangunan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Di sisi lain, La Ode Risawal diprediksi akan terus berupaya memperkuat posisi politiknya, mengingat popularitasnya yang meningkat pasca insiden. Beberapa analis memperkirakan akan muncul tekanan internal dalam partainya untuk menyeimbangkan antara aksi demonstratif dan diplomasi politik.

La Ode Risawal Wabup Buton Selatan mengamuk di depan rumah jabatan bupati

Advertisement — 300×250