KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 13 Maret 2026 | Telkomsel mengumumkan langkah strategis untuk menyiapkan teknologi 6G sekaligus memperkuat layanan 5G Advanced. Kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi tonggak penting dalam riset antarmuka mikrostrip yang menjadi dasar jaringan generasi berikutnya.
Kolaborasi Telkomsel dan BRIN untuk Riset 6G
Dalam upaya mempercepat adopsi 6G, Telkomsel menggandeng BRIN untuk melakukan penelitian bersama. Kedua institusi berkomitmen menciptakan prototipe antena mikrostrip yang mampu menangani frekuensi lebih tinggi, meningkatkan kecepatan data, dan mengurangi latensi.
Pengembangan Antena Mikrostrip
BRIN fokus pada pengembangan antena mikrostrip yang menjadi komponen kunci dalam infrastruktur 6G. Tantangan utama terletak pada pembuatan prototipe yang stabil serta integrasi dengan industri manufaktur yang masih dalam tahap awal.
Nasib 5G Advanced di Era Persiapan 6G
Meskipun 6G menjadi sorotan, Telkomsel tidak meninggalkan jaringan 5G Advanced. Layanan ini diperkirakan akan terus menjadi tulang punggung konektivitas seluler selama beberapa tahun ke depan, dengan peningkatan kapasitas dan cakupan yang masih menjadi prioritas.Operator berencana memperluas jaringan 5G Advanced ke daerah‑daerah terpencil, sambil menyiapkan infrastruktur pendukung untuk transisi mulus ke 6G nantinya.
Strategi Dual‑Stack
Strategi dual‑stack menjadi pendekatan Telkomsel, di mana 5G Advanced tetap dioptimalkan sambil mempersiapkan ekosistem 6G. Hal ini mencakup upgrade perangkat jaringan, peningkatan back‑haul fiber, serta kerja sama dengan penyedia infrastruktur lain.
Kronologi Pengembangan 6G di Telkomsel
- 2023: Telkomsel memulai studi kelayakan 6G bersama BRIN.
- 2024 Q1: Penelitian antena mikrostrip dimulai, fokus pada frekuensi di atas 100 GHz.
- 2024 Q3: Prototipe awal selesai, uji coba laboratorium berhasil menurunkan latensi hingga 1 ms.
- 2025: Rencana pilot jaringan 6G di beberapa kota besar Indonesia.
Dampak bagi Industri dan Konsumen
Pengembangan 6G diprediksi akan membuka peluang baru bagi sektor industri 4.0, IoT, serta layanan real‑time seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR). Konsumen akan merasakan peningkatan kecepatan internet seluler yang dapat mencapai beberapa terabit per detik pada fase akhir.
Namun, transisi ini menuntut investasi signifikan pada infrastruktur fisik dan regulasi spektrum frekuensi yang belum sepenuhnya disiapkan oleh pemerintah.

Dengan menggabungkan riset intensif dan jaringan 5G yang sudah matang, Telkomsel berupaya menjaga posisi sebagai pemimpin pasar telekomunikasi Indonesia sekaligus mempersiapkan era digital yang lebih cepat dan terhubung.
