KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 13 Maret 2026 | Jakarta, 12 Maret 2026 – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp336 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis, 12 Maret 2026. Kebijakan ini mencerminkan komitmen bank dalam membagikan 72 persen laba bersih tahun buku 2025 kepada pemegang saham, sekaligus menandai peningkatan 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Gedung BCA

Latar Belakang Keputusan RUPST

Laba bersih BCA pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp57,5 triliun. Dengan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 72 persen, manajemen memutuskan untuk mendistribusikan total dividen senilai sekitar Rp41 triliun. Keputusan ini diambil di tengah tantangan ekonomi global, termasuk dinamika geopolitik dan fluktuasi pasar keuangan, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Detail Pembagian Dividen

Dividen tunai yang diumumkan meliputi dua komponen:

  • Dividen interim sebesar Rp55 per saham, yang telah dibayarkan pada 22 Desember 2025.
  • Dividen final sebesar Rp281 per saham, yang akan dibayarkan pada tanggal yang akan ditetapkan Direksi.

Sehingga total yang diterima pemegang saham menjadi Rp336 per saham. Dengan asumsi harga penutupan BBCA pada hari RUPST berada di sekitar Rp6.950 per saham, dividend yield mencapai hampir 4 persen, sebuah angka yang menarik bagi investor institusional dan ritel.

Strategi dan Rencana Ke Depan

Direksi BCA menambahkan bahwa, bila kondisi keuangan memungkinkan, perusahaan berencana membagikan dividen interim hingga tiga kali selama tahun 2026, dengan jadwal pembayaran per kuartal. Langkah ini diharapkan dapat memberikan aliran pendapatan yang lebih rutin bagi pemegang saham.

Selain kebijakan dividen, RUPST juga menyetujui rencana buyback saham senilai maksimal Rp5 triliun. Buyback ini bertujuan meningkatkan nilai per saham dan memperkuat struktur permodalan.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi juga mengalami perubahan. Berikut susunan terbaru:

Dewan Komisaris Jabatan
Jahja Setiaatmadja Presiden Komisaris
Tonny Kusnadi Komisaris
Raden Pardede Komisaris Independen
Sumantri Slamet Komisaris Independen
Dewan Direksi Jabatan
Hendra Lembong Presiden Direktur
Armand Wahyudi Hartono Wakil Presiden Direktur
John Kosasih Wakil Presiden Direktur

Dampak terhadap Pemegang Saham dan Pasar

Keputusan pembagian dividen yang lebih tinggi dipandang positif oleh pasar. Investor melihat sinyal bahwa BCA memiliki aliran kas yang kuat dan mampu mempertahankan profitabilitas meski dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti. Selain itu, rencana buyback dan kemungkinan interim dividend yang lebih sering dapat menurunkan volatilitas harga saham serta meningkatkan likuiditas.

Presiden Direktur Hendra Lembong menekankan, “Kami optimistis perekonomian tanah air akan melanjutkan pertumbuhan positif pada tahun 2026. BCA berkomitmen terus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penyaluran kredit yang prudensial serta inovasi layanan digital.”

Secara keseluruhan, kebijakan dividen ini tidak hanya meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham, tetapi juga mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap fundamental bisnis perbankan BCA. Dengan profitabilitas yang solid, ekspansi layanan digital, dan strategi modal yang berimbang, BCA diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pilihan utama bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang.

Advertisement — 300×250