KabarUpdate24 – Berita Terbaru Hari Ini – 13 Maret 2026 | Lebaran bukan sekadar perayaan religius, melainkan momentum untuk menyatukan keluarga, sahabat, dan kerabat dalam kehangatan kuliner tradisional. Di Sulawesi Selatan, suku Bugis menyiapkan serangkaian hidangan khas yang tidak hanya lezat, tetapi sarat makna budaya. Berikut ulasan lengkap sepuluh makanan lebaran Bug Bugis yang menjadi bintang di meja makan, lengkap dengan latar belakang sejarah dan cara penyajiannya.

Makanan Lebaran Bugis

Daftar 10 Makanan Lebaran Khas Bugis

  1. Pallubasa Bugis
    Sup daging sapi berkuah kental yang dimasak dengan campuran kelapa parut, bumbu kuning, dan rempah aromatik. Pallubasa biasanya disajikan bersama nasi putih, sambal tempoyak, dan irisan jeruk nipis. Rasa gurih dan sedikit asam menjadikannya pilihan utama untuk membuka jamuan Lebaran.
  2. Kapurung Ikan
    Hidangan ikan segar yang dimasak dalam kuah santan berwarna hijau, dipadukan dengan daun singkong, melinjo, dan cabai rawit. Kapurung menjadi simbol keberkahan laut, mengingat suku Bugis hidup berdampingan dengan pantai. Penyajian dalam mangkuk tanah memberi kesan alami.
  3. Ayam Buras
    Ayam yang dibaluri bumbu khas Bugis berupa bawang merah, bawang putih, kemiri, dan daun salam, lalu dipanggang perlahan hingga kulitnya kecokelatan. Aroma pedas-manis yang meresap menjadikan Ayam Buras cocok sebagai hidangan utama dalam pesta Lebaran.
  4. Lempok Durian
    Kue tradisional berbahan dasar durian, ketan, dan kelapa parut, dibungkus daun pisang, kemudian dikukus hingga empuk. Lempok Durian memiliki rasa manis alami yang memikat, serta melambangkan kemewahan dan kebersamaan keluarga.
  5. Kue Bugis
    Kue berlapis tipis berisi kelapa manis, dibungkus dengan adonan tepung beras dan kelapa parut. Teksturnya lembut di luar, manis di dalam, cocok untuk menyajikan sentuhan manis di akhir jamuan.
  6. Sanggara Kacang
    Makanan ringan berbahan kacang tanah yang digoreng hingga renyah, kemudian dibumbui dengan gula kelapa dan sedikit garam. Sanggara sering disajikan bersama teh manis sebagai camilan sore setelah sholat Idulfitri.
  7. Ulam Manado-Bugis
    Campuran sayuran segar seperti daun kemangi, selada, timun, dan kelapa parut, disajikan dengan sambal kelapa pedas (sambal cibi). Hidangan ini menyehatkan dan melambangkan kesegaran alam Bugis.
  8. Pepes Ikan
    Ikan segar yang dibumbui dengan bumbu khas Bugis (cabai, bawang, kemiri) lalu dipanggang di atas bara api. Pepes menghasilkan aroma wangi yang kuat, serta tekstur daging ikan yang lembut dan juicy.
  9. Rendang Sapi Bugis
    Versi lokal rendang yang menggunakan santan kelapa kental, daun jeruk, dan serai, dimasak lama hingga bumbu meresap. Kelezatan rendang ini menjadi sajian utama bagi keluarga besar yang berkumpul.
  10. Es Pisang Ijo
    Makanan penutup segar berupa pisang yang dibungkus adonan hijau (tepung beras, daun pandan), disajikan dengan es serut, sirup kelapa, dan susu kental manis. Es Pisang Ijo memberikan sensasi manis dan dingin yang menyegarkan setelah santap berat.

Setiap hidangan di atas tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyimpan nilai simbolik yang mendalam. Misalnya, Pallubasa melambangkan rasa syukur atas rezeki yang melimpah, sementara Kapurung Ikan mengingatkan pada ketergantungan manusia pada laut sebagai sumber kehidupan. Keseluruhan rangkaian makanan ini mencerminkan filosofi Bugis: gotong‑royong, rasa hormat kepada alam, dan kebersamaan keluarga.

Dalam menyajikan hidangan Lebaran, masyarakat Bugis biasanya menata makanan di atas daun pisang atau talenan kayu, memperhatikan estetika serta kebersihan. Tradisi ini sejalan dengan praktik serupa di daerah lain, seperti kue delapan jam di Palembang atau kue maksuba di Sumatera Selatan, yang juga menekankan proses panjang sebagai simbol kesabaran dan ketekunan.

Dengan memperkenalkan kuliner Bugis ke meja Lebaran, tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga memperkaya ragam rasa Indonesia yang beragam. Semoga daftar ini menginspirasi pembaca untuk mencoba, atau bahkan menghidupkan kembali resep-resep turun‑temurun dalam perayaan Idulfitri yang akan datang.

Advertisement — 300×250